Home

Bentang alam Indonesia membentuk bioregion flora dan fauna Asia dan Australasia yang dilewati garis Wallacea, Weber, dan Lydekker sehingga biodiversitas tropis Indonesia menempati peringkat kedua dunia setelah Brasil bahkan apabila semua biodiversitas di laut dan darat sudah terungkap semua, mungkin biodiversitas Indonesia tertinggi di dunia. Sebanyak 15,3% dari 5.131.100 biodiversitas di dunia terdapat di Indonesia. Hingga saat ini, keanekaragaman jenis telah tercatat ada 1.500 jenis alga, 80.000 jenis tumbuhan berspora (seperti Kriptogam) berupa jamur, 595 jenis lumut kerak, 2.197 jenis paku-pakuan serta 30.000–40.000 jenis flora tumbuhan berbiji (15,5% dari total jumlah flora di dunia). Sementara itu, terdapat 8.157 jenis fauna vertebrata (mamalia, burung, herpetofauna, dan ikan) dan 1.900 jenis kupu-kupu (10% dari jenis dunia).

Namun potensi biodiversitas yang telah kita manfaatkan rata-rata kurang dari 5% dari potensi yang kita miliki. Pemanfaatan biodiversitas dalam kehidupan masyarakat meliputi berbagai bidang seperti kesehatan, pertanian, peternakan, perikanan, perlindungan lingkungan, dan penyediaan sumber energi. Pemanfaatan biodiversitas melalui kearifan lokal budaya masyarakat merupakan kekayaan Indonesia yang luar biasa. Biodiversitas tropis yang tinggi di Indonesia merupakan salah satu kekuatan dasar dalam pembangunan. Peran nyata dalam pembangunan antara lain melalui dunia pendidikan. Pengenalan dini tentang kekayaan biodiversitas di Indonesia melalui pembelajaran telah lama dilakukan oleh guru-guru di Indonesia. Berbagai penelitian pemanfaatan dan pelestarian biodiversitas di Indonesia telah banyak dilakukan tetapi masih sedikit wadah untuk mempublikasikannya. Oleh karena itu Seminar Nasional ke-3 & Workshop Biologi, IPA, dan Pembelajarannya kali ini bertujuan untuk mewadahi publikasi hasil penelitian maupun gagasan inovatif terkait biodiversitas Indonesia pada berbagai bidang, termasuk pendidikan.